Senin, 23 Februari 2015

23 Februari 2015

Ceritanya tgl 23 februari itu tanggal chanyeol debut loooh! Kalian gak tau chanyeol? Oke, saya bisa pastikan kalian akan sangat bosan membaca  cerita2 saya selanjutnya. So, just  STOP it!
Jadi gini, chanyeol itu adalah salah satu member EXO yang tampannya subhanalloh banget, kurang imannya doang :D tinggi, handsome, beuuuh jangan tanyakan keahliannya, gitar, piano, drum, dia jago semua (tinggal ngaji doang sih yang belum bisa). Kenapa malem ini saya tiba2 tergerak buat nulis tentang dia? Jawabannya “au ah, gelap” di pikiran saya isinya dia2 mulu -_- tolong hentikan saya!
Awal tau EXO itu dari awal debut pas era MAMA sekitar tahun 2012anlah pas  baru2 lulus dari pondok tercinta :D dan pas itu saya lebih kenal mereka dengan sebutan “ adik super junior”. Saat itu saya belum menentukan BIAS saya karena emang saya belum terlalu tertarik dengan mereka *ampun yeol xD. Saya nggak tertarik ada alasannya looh, coba liat deh mv debutnya yang “MAMA” itu konsepnya serem bangeeet. Kebanyakan BB/GB kan kalau debut pasti ngerilis single yang cute-cutelah kayak boyfriend gitu :D tapi akhir 2013 saya menyadari bahwa mv “MAMA” itu keren banget (bilang aja karena udah suka BBnya).
Well, desember 2013 temen saya nularin virus EXO dan mau tidak mau saya ikut terjangkit. Waktu itu saya belum juga menentukan ultimate bias (antara baekhyun, sehun, luhan, DO, Chanyeol) dan alhamdlillah yaa seiring berjalannya waktu saya memutuskan untuk hanya menyukai Chanyeol :D dan OMG ~ saya lupa kalau Chanyeol pernah muncul di mv Taetiseo yang “twinkle” sama SNSD “Tell me your wish Japanese version” jadi tambah cinta deh sama orang ini soalnya di mv itu dia kece bangeet.
Tadi pagi sebenernya saya nggak tau tanggal debut Chanyeol itu kapan sebelum saya liat hastag di twitter yang bilang #3yearswithchanyeol, yang saya tau exo debutnya taggal 12 april, itupun “if im not mistaken loh yaaa” *fans durhaka. Nah, setelah tau kenyataan itu, sayapun langsung “beraksii” alias fangirlingan. Hahaha

Sebenernya gak ada yg penting sih dari cerita saya ini, Cuma kepengen nulis aja. Dan kebetulan korban tulisan saya itu adalah Chanyeol. Hu ha. Oh iya, saya nulis ini sambil denger SNSD “Into the new world” looooh, gilakk saya baru suka sama lagu ini sekarang setelah 7taun SNSD debut :D *yang nanyak siapa? Haha
Berhubung ini udah tengah malem, gimana kalo kita tidur *ngomong ama yeol dan yeolpun ngangguk* J . besok kita sambung lagi ceritanya pemirsahh, sekarang kita tidur! Matikan lampu, gutnight and sleepwell julita :* ppai


Minggu, 22 Februari 2015

Analisis deviasi-deviasi yang terdapat dalam puisi "Tak Sepadan"

TAK SEPADAN
Karya : Chairil Anwar

Aku kira: /
Beginilah nanti jadinya //
Kau kawin,/ beranak dan berbahagia /
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros.//

Dikutuk-sumpahi Eros /
Aku merangkaki dinding buta /
Tak satu juga pintu terbuka. //

Jadi baik juga kita padami /
Unggunan api ini /
Karena kau tidak 'kan apa-apa /
Aku terpanggang tinggal rangka. //


No.

Judul
Deviasi Morfologis
Deviasi Sintaksis
Deviasi Semantik
Deviasi Grafologis

Foregrounding
1.
Tak Sepadan
(Chairil Anwar)

3

8

4

2

7

Keterangan :
Ø  Deviasi morfologis :
1.      Kau (Engkau)
2.      Serupa (seperti)
3.      ‘kan (akan)
Ø  Deviasi Grafologis
1.      Ahasveros
2.      Eros
Ø  Foregrounding
-          Aku (5)
-          Kau (1)

-          Kita (1)

Tentang Adab-adab "BERTEMAN"


Apakah adab itu? 
Jika mendengar pertanyaan tersebut maka akan terlintas dalam pikiran kita sopan santun. Kehalusan budi pekerti. Adab adalah perilaku yang baik tanpa ada sesuatu yang jelek didalamnya.
Kepada siapa kita harus memiliki adab yang baik?
Kepada orang tua? Pasti! Bukan hanya kepada orang tua yang telah membesarkan dan mendidik kita sampai sekarang ini atau kepada orang yang memang usianya lebih tua dari kita, kepada teman sebayapun kita harus memiliki adab yang baik. Kenapa begitu? Karena teman yang baik itu juga rejeki dari Allah yang harus disyukuri.
Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak orang yang menganggap sepele hubungan silaturrahmi. Dalam berteman atau bersaudara sesama muslim, ada hak-hak yang harus kita penuhi.  Banyak yang sudah tahu tapi tidak biasa melakukannya. Ada juga yang tidak tahu menahu tentang adanya hak-hak yang tersebut sehingga jarang atau bahkan tidak pernah melakukannya.
Tulisan ini akan sedikit membahas tentang hak-hak seorang muslim terhadap muslim lainnya berdasarkan hadits Baabul Adab Bulughul Maram.

Saling menyapa.

Seseorang yang sudah memiliki hubungan kekerabatan pasti akan saling menyapa bagaimanapun caranya walaupun hanya dengan sebuah senyuman. Jangan pelit ataupun sangat berat memberikan senyuman atau wajah yang ramah kepada temanmu karena itu menentukan adab seseorang, baik atau buruk, bisa diajak berteman atau tidak, dan lain sebagainya. Jangan terlalu cuek sehingga orang tak menyukaimu. Banyak orang yang kadang hanya akan menyapa atau bahkan senyum kepada orang yang hanya baik kepada mereka. Tapi sebaliknya kita juga harus menyapa dan bersikap ramah bahkan kepada orang yang tidak kita sukai sehingga hubungan yang tidak baik itu berubah menjadi baik.

Memenuhi undangan.

Apabila diundang, maka penuhilah undangan tersebut untuk menggembirakan dan membahagiakan temanmu. Sebenarnya ia mengharapkan kehadiran dan doamu dalam acaranya.

Menasehati apabila dia membutuhkan nasehat.

Apabila seoarng teman dalam kesulitan dan meminta nasehatmu, maka nasehatilah dia dengan kata-kata yang baik karena ia mengaharapkan pendapatmu dan meminta solusi darimu. Itu artinya kamu dianggap lebih dari teman. Jangan pelit untuk mengeluarkan kata-kata barangkali untaian kata-kata tersebut bermanfaat bagi yang menerimanya.

Doakan ketika bersin.

Doakanlah orang yang bersin ketika dia mengucapkan “alhamdulillah” dengan “yarhamukallah/yarhamukillah (semoga Allah merahmatimu)” setelah itu orang yang bersin itu balik berdoa “yahdiikumullaahu wayuslih baa lakum (semoga Allah menunjukimu dan memperbaiki kondisimu)”.

Jenguk saat sedang sakit.

Jenguklah orang yang sedang dalam keadaan sakit. Doakan kesembuhannya. Karena hidup akan terus berputar. Akan ada waktu dimana kehidupan berbalik, disaat kamu sakit teman akan menjenguk dan mendoakan kesembuhanmu.

Antarkan jenazahnya sampai ke liang lahat.

Kematian itu pasti. Apabila ada salah seorang saudara kita meninggal, hendaklah kita mengantarkan sampai  ke tempat peristirahatan terakhirnya. Doakan semoga ia diterima disisi-Nya, diterima amal ibadahnya, dan diampuni dosa-dosanya. Kita tentu tidak mau kalau tidak ada yang mendoakan atau bahkan mengantarkan jenazah kita apabila sudah meninggal kelak, kan? Maka dari itu solatkan dan  antarkanlah teman atau saudara kita ke pemakamannya. Ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhir untuk berbuat kebaikan kepadanya semasa di dunia. 

RESENSI NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN



Judul               : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang       : Tere Liye
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan           : cetakan keempat Mei 2011
Halaman          : 264 halaman
ISBN               : 978-979-22-5780-9


Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji-janji masa depan yang lebih baik.
Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.
Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku
masih dikepang dua.
Sekarang, ketika dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.


Daun yang jatuh tak pernah membenci angin- sebuah novel tentang kisah cinta beda usia.
Tania, seorang gadis yang cantik dan pintar harus merasakan pahitnya kehidupan kumuh dikota besar.  Bersama adiknya-Dede, Tania bekerja mengamen dari bus satu ke bus lainnya untuk membantu sang ibu yang sering sakit-sakitan. Ayah Tania meninggal ketika Tania berumur 8 tahun. Sejak saat itu pula kehidupan mereka berbalik menjadi serba kekurangan. Tania, Dede, dan Ibunya diusir dari rumah kontrakan dan terpaksa harus tinggal di rumah kardus dekat sungai pembuangan.
Tania bertemu Danar saat usianya menginjak 11 tahun, terpaut sekitar 14 tahun dengan usia Danar. Pada saat itu, Tania dan Dede sedang mengamen, tanpa disengaja Tania menginjak sebuah paku payung karena ia tidak menggunakan alas kaki. Ketika itulah, Danar datang dan menjadi malaikat penolong bagi Tania dan keluarganya.
Bertemunya Tania dengan Ratna membuat Tania menyadari bahwa ia memiliki rasa yang istimewa terhadap Danar, malaikat penolongnya itu. Perasaan seorang gadis terhadap seorang pria. Perasaan yang seharusnya tidak layak ia rasakan.  Akhirnya, Tania berusaha menyembunyikan perasaan tersebut dengan cara menjauh dan kuliah ke Singapura. Akan tetapi, perasaan itu semakin lama semakin tumbuh membuat Tania harus merasa kesakitan ketika berhadapan dengan Danar, dan merasa sangat cemburu ketika melihat Danar dan Ratna bersama.
Ternyata semua menjadi semakin rumit ketika Danar memutuskan untuk menikahi Ratna. Apapun yang Tania rasakan menjadi sama sekali tidak ada artinya. Seperti daun yang tidak pernah membenci angin, seperti Tania yang harus mengikhlaskan perasaannya pada Danar.
***
Sudut pandang orang pertama membuat pembaca semakin terhanyut dalam emosi dan dapat merasakan apa yang dialami Tania selama membaca novel karya Tere Liye ini. Penggunaan kata “dia” untuk Danar juga membuatnya semakin menarik.
Alur penceritaan maju mundur yang tidak membingungkan. Saat Tania mengunjungi toko buku kenangan dan menceritakan setiap bagian-bagian dari teka-teki dalam hidupnya.
***
Kelebihan dan Kelemahan
              Kelebihan novel karya Tere Liye ini terletak pada gaya bahasa yang digunakan yaitu mudah dimengerti dan baik untuk dibaca karena didalamnya terdapat berbagai kutipan-kutipan menarik. Seperti pada kutipan :
“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”
Kelemahan novel ini yaitu terdapat kesalahan penulisan pada halaman 155 :
Dedetakmengerti : Kak Ratna baik-baik saja ?
Seharusnya ditulis :
Dedetakmengerti : Kak Tania baik-baik saja?