Dibandingkan keterampilan-keterampilan berbahasa lainnya,
berbicara lebih mudah dilakukan. Dari setiap pembicaraan pasti terdapat
tujuan-tujuan dan maksud yang hendak disampaikan, baik itu pembicaraan secara
langsung maupun tidak langsung (media elektronik). Saking seringnya dilakukan,
seseorang sering melupakan aturan dan etika yang baik dalm berbicara, akibatnya
banyak kesalahpahaman bahkan permusuhan terjadi. Oleh karena itu sebaiknya
sebelum berbicara dengan orang lain hendaknya kita mengetahui terlebih dulu sikap-sikap dan etika-etika
yang harus diterapkan dalam
berkomunikasi sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.
Berikut adalah beberapa sikap dalam berkomunikasi
sehari-hari :
1. Jujur
tidak berbohong
2. Bersikap
Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang
dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan
panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan
pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak
mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif
sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa
yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan
pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkah
laku yang baik
Setiap
individu memiliki keunikan tersendiri dalam berkomunikasi, karena komunikasi
merupakan proses yang rumit meskipun pesan yang ingin disampaikan sederhana dan
secara langsung. Meskipun kemajuan teknologi informasi menjadikan seseorang
dapat melakukan komunikasi secara tidak langsung, berbicara dengan tatap muka
masih menjadi bentuk komunikasi yang dominan dalam kehidupan manusia.
Berbicara
mudah dilakukan sepanjang seseorang bisa berbicara, namun dalam kerangka
komunikasi yang efektif, terjadi pemahaman dan keselarasan terhadap isi pesan,
maka berbicaralah sesuai dengan situasi dan kondisi dimana Anda berada dengan
batasan rambu-rambu budaya, agama, status sosial, usia maupun pendidikan.
Disamping itu, agar dapat berkomunikasi secara efektif dalam kehidupan
sehari-hari, maka individu harus memahami tata cara atau etika berbicara yang baik, diantaranya:
1. Menatap lawan bicara
Saat berbicara dengan seseorang,
tatap dan lihatlah pada daerah T-Zone,
yaitu diantara kedua mata lawan bicara dengan tatap teduh yang bersahabat.
Jangan menoleh ke kanan atau ke kiri selama pembicaraan berlangsung yang memberikan
kesan gelisah atau jenuh.
2. Berbicara dengan jelas.
Berbicaralah dengan suara yang jelas, jangan terlalu lirih/berguman
atau terlalu keras/berteriak. Jangan terlalu panjang atau berbelit-belit
sehingga susah untuk dipahami.
3.
Ekspresi
wajah yang menyenangkan
Wajah merupakan cerminan hati.
Jangan cemberut saat berbicara karena akan ditangkap sebagai tidak bersahabat.
Jangan berwajah genit atau mesum jika Anda ingin mendapatkan citra positif.
Tampilkan ekspresi wajah yang ceria dan bersahabat agar lawan bicara Anda
merasa nyaman saat berbicara dengan Anda.
4. Bahasa
Gunakanlah bahasa yang sesuai dengan kondisi dan situasi
lawan bicara Anda. Misalkan ketika Anda berbicara dengan anak kecil, gunakanlah
bahasa anak-anak yang penuh dengan keceriaan. Atau ketika Anda berada dalam
situasi rapat maka gunakanlah bahasa yang formal. Gunakanlah selalu kata-kata
ajaib (magic word) seperti akan saya coba.., silahkan…, maaf…,
tolong…, atau yang sejenisnya. Hindari penggunakan kata-kata yang membunuh
(killer word) seperti tidak bisa…, terserah…., salah sendiri, tidak
tahu…, cepetan dong…, atau yang sejenisnya. Disamping bahasa verbal,
keterlibatan bahasa tubuh (non-verbal) tidak dapat dielakkan saat berbicara.
Bersikaplan rileks dan condongkan tubuh ke arah lawan bicara Anda. Ini
menunjukkan perhatian dan ketertarikan Anda pada isi pembicaraan.
Praktekkan ahh kalau ketemu Im Siwan :D
BalasHapus