Kamis, 08 Mei 2014

Sikap-sikap dan etika dalam berbicara


Dibandingkan keterampilan-keterampilan berbahasa lainnya, berbicara lebih mudah dilakukan. Dari setiap pembicaraan pasti terdapat tujuan-tujuan dan maksud yang hendak disampaikan, baik itu pembicaraan secara langsung maupun tidak langsung (media elektronik). Saking seringnya dilakukan, seseorang sering melupakan aturan dan etika yang baik dalm berbicara, akibatnya banyak kesalahpahaman bahkan permusuhan terjadi. Oleh karena itu sebaiknya sebelum berbicara dengan orang lain hendaknya kita mengetahui  terlebih dulu sikap-sikap dan etika-etika yang harus diterapkan  dalam berkomunikasi sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.
Berikut adalah beberapa sikap dalam berkomunikasi sehari-hari :
1.      Jujur tidak berbohong
2.      Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3.      Lapang dada dalam berkomunikasi
4.      Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5.      Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6.      Tidak mudah emosi / emosional
7.      Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8.      Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9.      Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10.  Bertingkah laku yang baik

Setiap individu memiliki keunikan tersendiri dalam berkomunikasi, karena komunikasi merupakan proses yang rumit meskipun pesan yang ingin disampaikan sederhana dan secara langsung. Meskipun kemajuan teknologi informasi menjadikan seseorang dapat melakukan komunikasi secara tidak langsung, berbicara dengan tatap muka masih menjadi bentuk komunikasi yang dominan dalam kehidupan manusia.
Berbicara mudah dilakukan sepanjang seseorang bisa berbicara, namun dalam kerangka komunikasi yang efektif, terjadi pemahaman dan keselarasan terhadap isi pesan, maka berbicaralah sesuai dengan situasi dan kondisi dimana Anda berada dengan batasan rambu-rambu budaya, agama, status sosial, usia maupun pendidikan. Disamping itu, agar dapat berkomunikasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari, maka individu harus memahami tata cara atau etika berbicara yang baik, diantaranya:
1.      Menatap lawan bicara
Saat berbicara dengan seseorang, tatap dan lihatlah pada daerah T-Zone, yaitu diantara kedua mata lawan bicara dengan tatap teduh yang bersahabat. Jangan menoleh ke kanan atau ke kiri selama pembicaraan berlangsung yang memberikan kesan gelisah atau jenuh.

2.      Berbicara dengan jelas.
Berbicaralah dengan suara yang jelas, jangan terlalu lirih/berguman atau terlalu keras/berteriak. Jangan terlalu panjang atau berbelit-belit sehingga susah untuk dipahami.

3.      Ekspresi wajah yang menyenangkan
Wajah merupakan cerminan hati. Jangan cemberut saat berbicara karena akan ditangkap sebagai tidak bersahabat. Jangan berwajah genit atau mesum jika Anda ingin mendapatkan citra positif. Tampilkan ekspresi wajah yang ceria dan bersahabat agar lawan bicara Anda merasa nyaman saat berbicara dengan Anda.

4.      Bahasa
Gunakanlah bahasa yang sesuai dengan kondisi dan situasi lawan bicara Anda. Misalkan ketika Anda berbicara dengan anak kecil, gunakanlah bahasa anak-anak yang penuh dengan keceriaan. Atau ketika Anda berada dalam situasi rapat maka gunakanlah bahasa yang formal. Gunakanlah selalu kata-kata ajaib (magic word) seperti akan saya coba.., silahkan…, maaf…, tolong…, atau yang sejenisnya. Hindari penggunakan kata-kata yang membunuh (killer word) seperti tidak bisa…, terserah…., salah sendiri, tidak tahu…, cepetan dong…, atau yang sejenisnya. Disamping bahasa verbal, keterlibatan bahasa tubuh (non-verbal) tidak dapat dielakkan saat berbicara. Bersikaplan rileks dan condongkan tubuh ke arah lawan bicara Anda. Ini menunjukkan perhatian dan ketertarikan Anda pada isi pembicaraan.

1 komentar: